PADANG|Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa seni nasyid memiliki potensi besar sebagai media dakwah sekaligus sarana membangun karakter Islami generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Festival Nasyid Sumatera Barat (Fesnas Sumbar) 2026 di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Nasyid Nusantara Wilayah Sumbar, Allan Qadrianda; Ketua Pelaksana Fesnas Sumbar 2026, Rahmad Hidayat; Koordinator Riset dan Pengembangan (RnD) Nasyid Nusantara Pusat, Yedo Sigma; Pembina Nasyid Nusantara Wilayah Sumbar, Muhammad Riza; Harry Susanto; serta para dewan juri.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Nasyid Sumbar 2026 sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat nilai-nilai agama dan budaya Minangkabau.
Menurutnya, pengembangan seni Islami merupakan bagian penting dari pembinaan generasi muda, terutama melalui Program Unggulan Smart Surau yang mendorong penguatan pendidikan keagamaan di sekolah, masjid, dan musala.
Ia berharap seni nasyid dan qasidah dapat berkembang secara beriringan dengan memadukan kekayaan tradisi Islami dan kreativitas seni modern. Dengan demikian, keduanya dapat menjadi media dakwah yang menarik dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Maigus juga berharap Festival Nasyid Sumbar dapat berkembang menjadi agenda berskala nasional pada 2027. Harapan tersebut sejalan dengan rencana Pemerintah Kota Padang menghadirkan perwakilan 28 negara dari Dunia Melayu Dunia Islam dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Padang.
Selain itu, selaku Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, Maigus mengusulkan agar cabang qasidah untuk kategori anak-anak dan remaja dapat dimasukkan dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2027.
Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas antara seni qasidah tradisional dan nasyid modern, sekaligus memperkuat syiar Islam di kalangan generasi muda.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap keterbukaan Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam mendukung pengembangan kegiatan seni Islami sebagai bagian dari implementasi Program Smart Surau. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus memberikan ruang kreativitas positif bagi generasi muda.
Sementara itu, Ketua Umum Nasyid Nusantara Wilayah Sumbar, Allan Qadrianda, mengatakan bahwa Festival Nasyid Sumbar 2026 tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi, pembinaan, dan pengembangan seni Islami.
Ia menyatakan kesiapan Nasyid Nusantara untuk menjalin kolaborasi dengan sekolah maupun berbagai lembaga pendidikan dalam membina generasi muda serta membentuk karakter Islami melalui seni nasyid.
Ketua Pelaksana Fesnas Sumbar 2026, Rahmad Hidayat, menjelaskan bahwa festival perdana ini mempertandingkan tiga kategori, yakni solo song tingkat pelajar, solo song tingkat umum, dan nasyid grup.
Sebelum tampil di babak final, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti proses seleksi secara daring. Dari tahapan tersebut, terpilih 10 finalis kategori solo pelajar, tujuh finalis solo umum, dan 12 grup nasyid.
Seluruh finalis selanjutnya dinilai oleh dewan juri tingkat nasional untuk menentukan peserta terbaik pada masing-masing kategori.
Melalui penyelenggaraan Festival Nasyid Sumbar 2026, diharapkan seni Islami semakin berkembang dan menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, memperkuat nilai keagamaan, serta menyampaikan pesan-pesan dakwah melalui karya seni yang kreatif dan inspiratif.(*/Dv)

0 Komentar