BREAKING NEWS

10/recent/ticker-posts

Right Button

test banner

Koto Tangah Pertahankan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang, Kankemenag Yasril Tekankan Pembumian Al-Qur’an

PADANG|Kecamatan Koto Tangah kembali menorehkan prestasi dengan mempertahankan gelar juara umum Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kota Padang tahun 2026. Posisi kedua diraih Kecamatan Pauh, sedangkan Kecamatan Kuranji menempati peringkat ketiga.

MTQN ke-42 Kota Padang resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, Rabu (14/10/2026), di Lapangan Apeksi, Kompleks Balai Kota Padang, Aie Pacah.

Keberhasilan Koto Tangah mempertahankan gelar juara umum menjadi bukti kesungguhan pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan. Namun, lebih dari sekadar prestasi dan perebutan gelar juara, MTQ diharapkan mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mendorong pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Padang, Dr. H. Yasril, S.Ag., MA, mengapresiasi pelaksanaan MTQN ke-42 yang mempertemukan kafilah terbaik dari 11 kecamatan di Kota Padang.

Sebanyak 663 kafilah berpartisipasi dalam 13 cabang perlombaan. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat dalam mengembangkan kemampuan membaca, memahami, menghafal, menulis, serta menghayati nilai-nilai Al-Qur’an.

Menurut Yasril, keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari jumlah gelar juara yang diraih, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan membentuk karakter generasi muda yang beriman serta berakhlak mulia.

Ia menegaskan, keberhasilan Kecamatan Koto Tangah mempertahankan gelar juara umum patut diapresiasi sebagai hasil dari pembinaan, persiapan matang, dan kerja sama berbagai pihak.

Kendati demikian, prestasi tersebut hendaknya tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat atau sekadar catatan dalam daftar pemenang. Kemenangan sejati adalah ketika kemampuan yang ditampilkan di arena MTQ terus dikembangkan dan diwujudkan dalam pengamalan ajaran Al-Qur’an, pembentukan akhlak mulia, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Karena itu, seluruh kecamatan di Kota Padang diharapkan menjadikan hasil MTQN ke-42 sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk memperkuat pembinaan kafilah secara konsisten, terarah, dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Yasril menilai pelaksanaan MTQN ke-42 memiliki keterkaitan dengan Asta Protas Kementerian Agama, terutama dalam penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan ekoteologi dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui pembinaan Al-Qur’an, Kementerian Agama turut mendorong terbentuknya masyarakat yang beriman, berakhlak, menghargai perbedaan, dan mampu menerjemahkan nilai-nilai agama ke dalam perilaku nyata. MTQ juga menjadi ruang pembinaan karakter yang mempertemukan pendidikan keagamaan, kebudayaan, dan partisipasi masyarakat dalam upaya membangun kehidupan yang lebih baik.

Yasril juga menilai semangat MTQN ke-42 sejalan dengan penguatan program Smart Surau yang menjadi salah satu perhatian dalam pembangunan keagamaan di Kota Padang.

Menurutnya, masjid dan surau harus terus dihidupkan sebagai pusat ibadah, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan akhlak, serta pengembangan karakter generasi muda. Prestasi para peserta MTQ diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak dan remaja untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an melalui kegiatan mengaji, tahfiz, pembelajaran agama, dan pembiasaan ibadah.

Dengan demikian, semangat yang tumbuh selama MTQ dapat berlanjut menjadi gerakan pembinaan umat yang berkesinambungan, bukan hanya hadir ketika musabaqah berlangsung.

Ia menambahkan, tantangan berikutnya adalah memastikan pembinaan tetap berjalan setelah seluruh rangkaian MTQN ke-42 berakhir. Pemerintah kecamatan, Kementerian Agama, lembaga pendidikan Islam, guru mengaji, pembina tilawah, orang tua, dan masyarakat perlu memperkuat sinergi agar potensi peserta terus berkembang.

Kecamatan Koto Tangah diharapkan mampu mempertahankan kualitas pembinaannya, sementara kecamatan lain dapat menjadikan capaian tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan prestasi pada penyelenggaraan berikutnya.

Persaingan yang sehat antarkecamatan hendaknya melahirkan semangat belajar dan memperkuat pembinaan generasi Qur’ani, bukan semata-mata mengejar piala dan gelar juara.

Penutupan MTQN ke-42 Kota Padang pun menjadi penanda berakhirnya kompetisi sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Gelar juara umum yang kembali diraih Kecamatan Koto Tangah patut menjadi kebanggaan, tetapi pesan terpenting dari perhelatan tersebut adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sumber inspirasi, dan fondasi pembentukan generasi berkarakter.

Sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama dan penguatan program Smart Surau, Yasril berharap semangat syiar Al-Qur’an terus tumbuh di seluruh penjuru Kota Padang.

Sebab, keberhasilan MTQ yang sesungguhnya bukan hanya melahirkan juara di atas panggung, melainkan juga membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa. (*/HarisTJ)

Posting Komentar

0 Komentar